Universitas Sains dan Teknologi Indonesia (USTI) kini memiliki dua lapangan sepakbola di area kampusnya. Salah satunya telah memenuhi standar Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan rutin digunakan untuk latihan, termasuk oleh anak-anak usia dini dari sekolah sepakbola sekitar.
Pekanbaru – Universitas Sains dan Teknologi Indonesia (USTI) menunjukkan komitmen serius dalam pengembangan olahraga, khususnya sepakbola. Kampus yang berlokasi di kawasan Panam, Pekanbaru ini resmi mengoperasikan dua lapangan sepakbola yang representatif. Yang istimewa, salah satu lapangan telah mengantongi sertifikasi standar PSSI, sehingga layak menggelar pertandingan resmi tingkat nasional.
Tidak banyak perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki dua lapangan sepakbola sekaligus dalam satu kawasan kampus. Kedua lapangan USTI dilengkapi sistem drainase yang baik dan rumput yang terawat hijau sepanjang tahun. Fasilitas ini menjadi kebanggaan civitas akademika sekaligus aset berharga bagi masyarakat sekitar.
Yang membedakan, lapangan standar PSSI tersebut tidak hanya digunakan untuk kegiatan internal kampus. Setiap sore hingga akhir pekan, tempat ini selalu ramai oleh kegiatan latihan rutin. Tidak hanya tim sepakbola USTI dan klub-klub lokal, tetapi juga kelompok anak-anak dari berbagai sekolah sepakbola (SSB) di sekitar kampus. Hal ini menjadikan USTI sebagai salah satu pusat pembinaan bakat sepakbola usia dini di wilayah tersebut.
Seorang pelatih SSB setempat yang rutin membawa anak didiknya ke USTI mengaku sangat terbantu. Menurutnya, akses ke lapangan berstandar PSSI sejak dini sangat penting untuk tumbuh kembang keterampilan teknis anak-anak. Mereka terbiasa dengan dimensi lapangan sesungguhnya, kualitas rumput yang baik, serta suasana latihan yang profesional. Selain itu, lokasi di lingkungan kampus dinilai aman dan kondusif.
Pihak Yayasan Komputasi Riau menyatakan bahwa penyediaan fasilitas ini adalah bentuk kontribusi nyata kampus terhadap masyarakat luas. "Kami ingin USTI tidak hanya unggul dalam sains dan teknologi, tetapi juga menjadi rumah bagi pengembangan olahraga, terutama sepakbola. Membuka lapangan untuk anak-anak adalah investasi jangka panjang untuk masa depan sepakbola Indonesia," ujar Sekretaris Yayayasan Komputasi Riau, Bambang Lukmanul Hakim, M.Kom.